Showing posts with label Gerontik. Show all posts
Showing posts with label Gerontik. Show all posts

Thursday, December 24, 2015

Alzeimer


Alzeimer-Penyakit Alzeimer adalah suatu penyakit yang dapat merusak saraf dan juga dapat menimbulkan kelumpuhan pada penderitanya yang sudah lanjut usia atau berusia lebih dari 65 tahun. Diperkirakan bahwa sebanyak 10 % penderita penyakit alzeimer adalah penderita dengan usia lebih dari 65 tahun dan ditandai dengan gejala dimensia atau kepikunan. 

Penyebab penyakit alzeimer belum diketahui secara pasti tetapi terdapat 3 teori para ahli yang mengatakan bahwa penyebab utama dari penyakit alzeimer adalah virus, proses autonium atau kekebalan, dan keracunan almunium. Namun perlu diingat bahwa ketigafaktor tersebut bukan faktor pasti tetapi masih faktor dugaan sementara yang perlu penelitian lebih lanjut.

Selama tahap awal dari penyakit alzeimer, pasien masih dapat beraktivitas secara mandiri atau tidak memerlukan bantuan orang lain, tetapi terkadang penderita mengalami kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah, ketidakmampuan untuk mengatasi keadaan yang kompleks dan berfikir secara abstrak, mempunyai emosi yang labil, pelupa, apati, dan hilangnya ingatan atau memori terjadi kejadian yang baru dialaminya.

Sejalan dengan perkembangan dan perjalanan penyakit, penderita akan mempunyai tingkah laku yang aneh dan terkadang bertingkah laku yang diluar nalar serta cenderung membuat dirinya hidup bebas tanpa batas serta mempunyai dorongan secara tiba-tiba untuk melakukan kekerasan. Melihat perilaku pasien seperti ini maka sebaiknya anggota keluarga harus tetap menjaga agar penderita tidak melukai dirinya sendiri maupun orang lain.

Pada tahap lanjut, penyakit alzeimer ini ini dapat membuat penderita tidak dapat menahan buang air, tidak dapat mengurus kebutuhan dasar manusia sehari-hari dan terkadang juga disertai juga dengan ketidakmampuan penderita dalam mengenai anggota keluarganya sendiri.

Wednesday, January 11, 2012

STROKE

STROKE


stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.
Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.
Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.
Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.
Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Mengenali Jenis-jenis Stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.
Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.
Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.
Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.
Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.
Ketahui Faktor Risiko Stroke
Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.

Kejadian stroke bisa berulang, dan setiap kambuh pasti lebih berat kasusnya. Oleh sebab itu perlu dijaga kestabilan tensi, gula darah, kolesterol dan lain-lain.

OSTEOPOROSIS

OSTEOPOROSIS


Penyakit osteoporosis selama ini kita kita kenal dalam masyarakat dimana tulang menjadi keropos. Osteoporosis adalah kondisi progresif di mana tulang menjadi lemah dan secara struktural lebih mungkin untuk fraktur atau patah. Biasanya, tubuh membentuk jaringan tulang baru yang diserap oleh tubuh untuk menyeimbangkan jumlah jaringan tulang yang dipecah dalam tubuh. Ini adalah proses alami yang terjadi pada tubuh setiap manusia. Sepanjang bagian awal kehidupan, jumlah tulang yang hilang dan jumlah yang diperoleh tetap seimbang. Massa tulang (ukuran dan ketebalan) meningkat selama masa kanak-kanak dan kehidupan dewasa awal, mencapai maksimum pada usia 20 sampai 25.
Menopause yang biasanya terjadi pada wanita usia 40-an atau 50-an, secara dramatis meningkatkan kecepatan keropos tulang, itulah yang menyebabkan osteoporosis pada wanita cenderung lebih tinggi dibandingkan pria. Penyakit osteoporosis terjadi ketika tubuh kehilangan tulang lebih cepat daripada yang dapat membentuk tulang baru. Seiring waktu, ketidakseimbangan antara kerusakan tulang dan pembentukan menyebabkan massa tulang menurun, sehingga patah tulang terjadi lebih mudah.
Your browser does not support iframes.
Empat puluh persen perempuan dan dua puluh lima persen pria di atas usia 50 akan terkena patah tulang karena osteoporosis lansia dalam seumur hidup nya yang tersisa. Lebih dari 2 juta fraktur (patah tulang) terjadi di Amerika Serikat setiap tahun dan penyakit tulang osteoporosis ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Seseorang yang terkena penyakit osteoporosis perlu latihan dan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D untuk membantu menjaga tulang agar tetap kuat. Penderita osteoporosis mungkin juga perlu mengkonsumsi obat untuk penyembuhan penyakit osteoporosis, terutama osteoporosis pada lansia.
Siapa yang berisiko menderita penyakit osteoporosis? Menurut National Osteoporosis Foundation (NOF), osteoporosis merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang utama selama lebih dari 44 juta orang Amerika atau 55 persen dari mereka yang telah berumur 50 tahun atau lebih. Sekitar 10 juta orang di Amerika Serikat sudah memiliki riwayat penyakit osteoporosis dan hampir 34 juta lebih memiliki massa tulang yang rendah, menempatkan mereka pada risiko osteoporosis. Delapan puluh persen dari mereka yang terkena dampak osteoporosis adalah perempuan.

NYERI PINGGANG

NYERI PINGGANG


Nyeri Pinggang (Low Back Pain)
Definition :
Daerah pinggang mempunyai fungsi yang sangat penting pada tubuh manusia. Fungsi penting tersebut antara lain, membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan, dan melindungi beberapa organ penting.
Cause :
Berikut adalah beberapa penyebab tersering dari nyeri pinggang atau low back pain (LBP).
Peregangan tulang pinggang (akut, khronis)
Peregangan tulang pinggang adalah cidera regangan pada ligamentum, tendon dan otot pinggang. Regangan akan menyebabkan luka yang sangat kecil pada organ tersebut. Cidera yang paling sering menjadi biang kerok dari nyeri pinggang ini, disebabkan oleh beberapa hal antara lain, pergerakan yang berlebihan, pergerakan yang tidak benar atau trauma. Disebut akut bila keadaan ini berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, dan disebut khronis bila keadaan ini berlangsung lebih dari 3 bulan.
Peregangan tulang pinggang sering terjadi pada orang yang berumur diatas 40 tahun. Terkadang keadaan ini bisa menyerang tanpa batasan usia. Gejala yang timbul dari keadaan ini antara lain adanya rasa tidak nyaman atau nyeri pada pinggang setelah pinggang mengalami tekanan mekanis. Derajat nyeri sangat tergantung dari seberapa banyak otot yang mengalami cidera.
Diagnosis peregangan pinggang ditegakan melalui wawancara untuk mengetahui riwayat trauma yang terjadi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan rontgen.
Penanganan nyeri pinggang oleh karena peregangan yang paling utama adalah mengistirahatkan pingang agar tidak terjadi cidera ulangan. Obat obatan diperlukan untuk meredakan nyeri dan melemaskan otot yang kaku. Bisa pula dilakukan pemijatan, penghangatan dan penguatan otot pinggang, namun tetapi harus dilakukan secara hati hati.
Iritasi saraf
Serat serat saraf yang terbentang sepanjang tulang belakang dapat mengalami iritasi oleh karena pergeseran mekanis atau oleh penyakit. Keadaan ini termasuk penyakit diskus lumbar (radikulopathy), gangguan tulang, dan peradangan saraf akibat infeksi virus.
Radikulopathy lumbar
Radikulopathy lumbar adalah iritasi saraf yang disebabkan oleh karena rusaknya diskus antara tulang belakang. Kerusakan ini terjadi akibat dari adanya degenerasi dari cincin luar diskus, dan trauma atau kombinasi antara keduanya.
Penanganan penyakit ini memerlukan pengobatan konservatif dengan obat obatan atau bila keadaan parah bisa dilakukan tindakan pembedahan.
Kondisi tulang dan sendi
Kondisi tulang dan sendi yang bisa menyebabkan nyeri pinggang antara lain gangguang kongenital (bawaan), gangguan akibat proses degeneratif dan peradangan yang terjadi pada sendi.
Penyebab Lain Nyeri Pinggang
Penyebab lain dari nyeri pinggang antara lain :
Gangguan ginjal
Gangguan ginjal yang sering dihubungkan dengan nyeri pinggang antara lain infeksi ginjal, batu ginjal, dan perdarahan pada ginjal akibat trauma. Diagnosa ditegakan berdasarkan pemeriksaan kencing, dan pemeriksaan radiologi.
Kehamilan
Wanita hamil sering mengalami nyeri pinggang sebagai akibat dari tekanan mekanis pada tulang pinggang dan pengaruh dari posisi bayi dalam kandungan.
Masalah pada organ peranakan
Beberapa masalah pada organ peranakan perempuan yang dapat menimbulkan nyeri pinggang antara lain kista ovarium, tumor jinak rahim dan endometriosis.
Tumor
Nyeri pinggang bisa pula disebabkan oleh karena tumor, baik tumor jinak maupun ganas. Tumor dapat terjadi lokal pada tulang pinggang atau terjadi di tempat lain tetapi mengalami metastase atau penyebaran ke tulang pinggang.

KRAM

KRAM


Deskripsi
Kram merupakan kontak secara paksa tanpa sadar dan otot yang bekerja tidak rileks. Pada kondisi normal, otot bekerja secara simultan dengan otot-otot lain. Misalnya, ketika menggerakkan tungkai, maka oror yang mendukung kepala, leher, dan otot di tubuh mendukung postur tubuh. Demikian pula dengan otot-otot lain ketika digerakkan. Otot kejang, ketika otot yang seharusnya tidak bekerja ikut berkontaksi.
Kejang Otot dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya;
1. kram
kram disebabkan oleh hyperexcitability dari saraf yang merangsang otot.
2. cedera
kejang ini diakibatkan oleh mekanisme perlindungan cidera seperti patah tulang.
3. aktivitas berlebihan
aktifitas berlebihan dapat menyebabkan kelelahan pada otot. Bisa juga akibat melakukan gerakan monoton yang berulang-ulang.
4. kram saat tidur
penyebab kram saat tidur belum diketahui.
5. dehidrasi
dehidrasi yang disebakan aktifitas berlebihan dapat menyebabkan otot menjadi kejang.
Tanda
Pada bagian yang mengalami kejang otot, sakit jika digerakkan.

Perawatan
Terkadang kejang otot ini dapat hilang dalam beberapa detik. Caranya, dengan melakukan peregangan pada otot yang kejang.

GAGAL GINJAL KRONIS / AKUT

GAGAL GINJAL KRONIS / AKUT


a. Pengertian
Gagal Ginjal Kronik adalah suatu kegagalan fungsi ginjal yang bealangsung perlahan-lahan, karena penyebab yang berlangsung lama serta tidak dapat menutupi kebutuhan yang biasa lagi dan menimbulkan gejala sakit (Junaedi, 2000).
Sedangkan menurut Suharjono (2001) Gagal Ginjal Kronik adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut, hal ini terjadi apabila laju filtrasi glomerolus (LFG) kurang dari 50 ml/menit.
Mansjoer (2001) mendefinisikaan gagal ginjal kronik adalah penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif danirreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrlit menyebakan uremia (retensi ureum dan sampah nitrogen lain dalam darah).
b. Penyebab
Menurut Mansjoer (2001) penyebab gagal ginjal kronik adalah glomerulonefritik, nefropati analgesik, nefropati refluks, ginjal polikistik, nefropati diabetic dan penyebab lain seperti hipertensi, obstruksi dan gout serta tidak diketahui.
c. Patofisiologi
Pada gagal ginjal kronik fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein yang normalnya dikeluarkan ke dalam urin tertimbun dalam darah terjadi uremia (normal ureum serum adalah 20 – 40 mg/dl) dan mempengaruhi setiap system tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah maka gejala semakin berat. Penurunan jumlah glomeruli normal menyebabkan penurunan klirens subtansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal. Dengan menurunnya laju filtrasi glomerular (LFG) menyebabkan penurunan klirens kreatinin dan menyebakan peningkatan kadar kreatinin serum (normal 0,5 – 1,5 mg/dl ). Hal ini mengakibatkan gangguan protein dalam usus yang menyebabkan anoreksia, nauseae dan vomitus sehingga mengakibatkan penurunan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Peningkatan ureum kreatinin ke otak mempengaruhi fungsi kerja mengakibatkan gangguan saraf terutama neurosensori. Pada penyakit ginjal tahap akhir urin tidak dapat dikonsentrasikan atau diencerkan secara normal sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Natrium dan cairan tertimbun sehingga meningkatkan resiko gagal jantung kongestif. Penderita dapat menjadi sesak napas akibat ketidakseimbangan suplai oksigen dengan kebutuhan. Semakin menurunnya fungsi renal mengakibatkan asidosis metabolic akibat ginjal mengeksresikan muatan asam (H+) yang berlebihan. Penurunan produksi eritropoetin mengakibatkan terjadinya anemia. Dengan menurunya filtrasi melalui glomerulus terjadi peningkatan kadar fosfat dan menurunkan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi kadar parathormon dari kelenjar paratiroid. Laju penurunan fungsi ginjal dan perkembangan gagal ginjal berkaitan dengan gangguan yang mendasari, eksresi protein dan urin dan adanya hipertensi (Brunner dan Suddarth, 2001)
d. Tanda dan Gejala
Pada umumnya gejala baru nampak apabila faal ginjal sudah sesemikian rupa sehingga kadar ureum serum lebih dari 100 mg/dl. Pada penderita yang lanjut didapatkan keadaan umum yang jelek, pucat, hiperpigmentasi di kulit, pernafasan kussmaul, mulut dan bibir kering, twitching otot, tetani, kesadaran yang makin menurun sampai koma. Gejala gastro intestinal berupa mual dan mjuntah merupakan gejala yang dini. Anemia pada gagal ginajal kronik karena berbagai factor seperti kekurangan ertropoietin, toksisitas ke sum-sum tulang yang disebabkan oleh zat sisa yang emnumpuk dalam darah, umur eritrosit yang memendek, perdarahan-perdarahan yang tidak nampak dan anoreksia.
Pada gagal ginjal, selain patang makanan dan minuman yang memperberat tugas ginjal, juga harus makan obat untuk mengatasi sebab-sebab penyakitnya.

FILARIASIS ATAU KAKI GAJAH

FILARIASIS ATAU KAKI GAJAH


Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.
Cara Penularan
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Gejala klinis
Gejala Filariais Akut dapat berupa:
• Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
• Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
• Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
• Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
• Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)
Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria.

EPILEPSI

EPILEPSI


Penyakit epilepsi merupakan gejala yang bisa menimpa siapa saja baik itu anak-anak atau orang dewasa. Penyakit epilepsi ini kemungkinan sebab utamanya sampai saat ini belum dapat diketahui dengan jelas. Tetapi penyebab utamanya kemungkinan adanya gangguan susunan urat saraf pusat atau otak. Faktor keturunan juga cukup berpengaruh terhadap penyakit ayan ini.
Penyakit Epilepsi dapat memberikan komplikasi jangka panjang yang cukup serius, untuk itu perlu dipahami mengenai keteraturan pengobatan, menghindari faktor pencetus untuk mencegah terjadinya kejang. Faktor pencetus epilepsi adalah kurang tidur, terlalu lelah, stress emosional, infeksi, obat-obatan tertentu, hormonal (haid, kehamilan).
Faktor-faktor Penyebab epilepsi cukup beragam, namun pada umumnya gangguan pada aktivitas normal dalam neuron dapat menyebabkan epilepsi. Penyebabnya bisa saja gangguan kecil atau perkembangan otak yang tidak normal pada anak. Namun dalam beberapa kasus, epilepsi terjadi karena mengalami stroke, tumor, kista, dan pendarahan pada otak. Adapun faktor-faktor penyebab epilepsi lainnya, diantaranya :
• Perubahan kimia dalam otak.
• Penyakit turunan, berasal dari genetika.
• Gangguan fisik dan mental.
• Cedera pada kepala ketika mengalami kecelakaan.
• Luka pada masa kehamilan.
• Pengaruh lingkungan.

DARAH TINGGI / HIPERTENSI

DARAH TINGGI / HIPERTENSI


a. Pengertian
Hipertensi diambil dari bahasa Inggris ”Hypertension” yang berasal dari bahasa Latin, Hyper berarti super, dan tension berarti tekanan. Hypertension akhirnya menjadi istilah kedokteran yang popular untuk menyebut penyakit tekanan darah tinggi (Bangun, 2002).
Sedangkan menurut Knight (1996), tekanan darah tinggi adalah satu masalah yang umum, karena banyak orang yang menderitanya, walaupun mereka tidak mengetahuinya sama sekali.
Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolik) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa ataupun alat digital lainnya (Khomsah, 2009).
Nilai normal tekana darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg. Dalam aktifitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat waktu aktifitas atau berolahraga. Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan secara teratur, maka hal ini akan membawa penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan dapat menyebabkan kematian (Khomsah, 2009).
Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja ekstra keras, akhirnya kondisi tersebut berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh jantung, ginjal, otak, dan mata. Penyakit hipertensi merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Khomsah, 2009).

b. Tipe klasifikasi hipertensi menurut Khomsah (2009)
1) Hipertensi primary
Hipertensi primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi akibat dampak dari gaya hidupseseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olah raga juga dapat mengalami tekanan darah tinggi.
2) Hipertensi secondary
Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami atau menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh.
c. Kelompok Hipertensi (Underwood, 1999)
1) Ringan apabila tekanan diastolik antara 95 - 104 mmHg
2) Moderat apabila tekanan diastolik antara 105 - 114 mmHg
3) Berat apabila tekanan distolik lebih tinggi dari 115 mmHg


d. Jenis Hipertensi
Hipertensi Primer atau essensial yang tidak diketahui penyebabnya
Hipertensi Sekunder dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, korteks adrenal, dan tumor medularis, koarktasioaortanatau pengobatan steroid.
Hipertensi Benigna dimana ditemukan kerusakan organ yang bertahap
Hipertensi Maligna dimana ditemukan kerusakan yang hebat dan sering akut dari ginjal, retina dan serebral (Underwood, 1999)
e. Klasifikasi Hipertensi WHO (Bangun, 2002)
1) Tekanan darah normal, yakni jika sistolik kurang atau sam dengan 140 dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg.
2) Tekanan darah perbatasan yakni sistolik 141-149 dan diastolik 91-94 mmHg.
3) Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yakni jika sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.
f. Faktor Resiko Hipertensi
Hipertensi primer tidak disebabkan oleh faktor tunggal dan khusus. Hipertensi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan berbagai faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan endokrin, penggunaan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain.
Hipertensi ddisebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikaasi serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi antara lain faktor genetik, jenis kelamin, dan etnis. Sedangkan faktor yang dapat dimodifikasi meliputi stres, obesitas, dan nutrisi.
1) Faktor Genetik
Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga tersebut mempunyai resiko menderita hipertensi. Individu dengan orang tua hipertensi mempunyai resiko 2 kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada individu yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi.
2) Umur
Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. Individu yang berumur diatas 60 tahun, 50-60 % mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya.
3) Jenis Kelamin
Laki-laki mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi lebih awal. Laki-laki juga mempunyai resiko yang lebih besar terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Sedangkan diatas umur 50 tahun hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan.

4) Etnis
Kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitifitas terhadap vasopresin lebih besar.
5) Stres
Stres akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung sehuingga akan menstimulasi aktifitas saraf simpatetik. Adapun stres ini dapat berhubungan dengan pekerjaan, kelas sosial, ekonomi, dan karakteristik personal.
6) Obesitas
Penelitian epidemiologi menyebutkan adanya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah baik pada pasien hipertensi maupun normotensi. Pada populasi yang tidak ada peningkatan berat badan seiring umur, tidak dijumpai peningkatan darah sesuai peningkatan umur. Obesitas terutama pada tubuh bagian atas dengan peningkatan jumlah lemak pada bagian perut.
7) Nutrisi
Sodium adalah penyebab penting dari hipetensi esensial, asupan garam yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormon natriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah.
Asupan garam yang tinggi dapat menimbulkan perubahan tekanan darah yang dapat tedeteksi adalah lebih dari 14 gram per hari atau jika dikonversi kedalam takaran sendok makan adalah lebih dari 2 sendok makan.
8) Merokok
Merokok menjadi salah satu faktor hipertensi yang dapat dimodifokasi. Merokok merupakan faktor resiko yang potensial untuk ditiadakan dalam upaya melawan arus peningkatan hipertensi khususnya dan penyakit kardiovaskuler secara umum di Indonesia.
g. Pengaruh Hipertensi
Seperti diketahui, penyakit hipertensi seringkali tidak menimbulkan keluhan langsung. Meskipun demikian, lama kelamaan penyakit ini dapat menimbulkan berbagai penyakit lain, yang sebelumnya tidak memberi peringatan. Lambat laun, organ tubuh yang penting akan mengalami kerusakan. Dengan bertambahnya usia, tekanan darah cenderung meningkat yang sering disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit hipertensi umumnya berkembang saat umur seseorang telah mencapai paruh baya (usia 40-60 tahunan). Penyakit ini lebih banyak menyerang pada pria dan wanita pasca menopause. Hipertensi pada lansia dianggap faktor resiko yang paling penting. Hal ini disebabkan karena hipertensi hádala factor yang menyebabkan serangan jantung, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan ginjal. Kaum laki-laki yang tenderita hipertensi kemumgkinan akan terkena serangan jantung dua setengah kali dibandingkan dengan kaum laki-laki yang mempunyai tekanan darah normal. Sementara itu, kaum perempuan yang tenderita hipertensi kemungkinan akan terkena serangan jantung lebih dari empat kali dibandingkan dengan kaum perempuan (Bangun, 2002)
Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah darah tinggi atau hipertensi dapat dilakukan baik secara medis maupun non medis.

ASAM URAT

ASAM URAT

Pada keadaan normal kadar asam urat serum pada pria mulai meningkat setelah pubertas, pada wanita kadar asam urat tidak meningkat sampai setelah menopause. Karena estrogen meningkatkan eksresi / pengeluaran malalui ginjal. Setelah menopause kadar asam urat serum meningkat seperti pada pria.


Asam urat adalah hasil metabolisme protein di dalam tubuh, oleh karena itu penyakit ini berkaitan erat dengan diet, berat badan dan gaya hidup.
Makanan yang mengandung purin adalah berbahaya karena menyebabkan tingginya asam urat serum.
Contoh makanan yang mengandung purin yang tinggi adalah daging jeroan seperti hati, ginjal, pankreas dan otak. Juga beberapa macam daging ham, minuman beralkohol yang berlebihan.
Kelebihan kadar asam urat serum dapat menyebabkan penyakit gout.
Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah alergi dapat dilakukan baik secara medis maupun non medis.